Curang! Mobil Pikap di Malang Ditutup Terpal tapi Isinya Penumpang

241
Curang! Mobil Pikap di Malang Ditutup Terpal tapi Isinya Penumpang

Ditengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Malang, tetapi masih ada orang  yang memanfaatkan waktu malam hingga dini hari untuk nekat mencoba masuk wilayah Kota Malang.

Malang – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto mengatakan terdapat kendaraan yang nekat masuk wilayah Kota Malang. Salah satunya menggunakan mobil pikup nomor polisi W-9065-NV dengan modus baru mengangkut barang di bak belakang. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada orang yang bersembunyi di balik terpal penutup bak.

Pengendara itu gagal lolos saat melewati pos check point utara Kota Malang di Balearjosari. Petugas yang sigap tidak langsung percaya begitu saja bila mobil pikap itu hanya membawa barang. Benar saja. Ketika terpal disuruh buka, ada penumpang yang disembunyikan.

“Setelah kami BAP (berita acara pemeriksaan), cek sesuai protokol covid, langsung kami suruh putar balik. Ada tiga  orang yang disembunyikan di belakang dengan ditutupi terpal. Tanpa ada surat keterangan jalan. Sudah ada indikasi dan modus masuk Kota Malang dengan sembunyi-sembunyi,” ujarnya, Senin (25/5/2020).

Handi menambahkan, terkait blangko teguran tertulis pada saat penerapan PSBB Malang Raya, petugas gabungan telah mengeluarkan blangko teguran tertulis sebanyak 1.611 buah kepada para pengendara yang melanggar aturan.

BACA JUGA: Shalat Idul Fitri Berjamaah di Larang, IPDN Jatinangor Rayakan Lebaran dengan Undang Penyanyi dari Ibu Kota

Lebih lanjut Handi menjelaskan setidaknya terdapat enam jenis pelanggar aturan PSBB. Yakni tidak menggunakan masker, suhu tubuh pengendara dan penumpang di atas normal, kendaraan roda dua berbasis aplikasi mengangkut orang, kendaraan roda dua mengangkut orang yang tidak satu alamat atau bukan keluarga, kendaraan roda empat tidak menerapkan physical distancing atau lebih dari 50 persen kapasitas kendaraan, serta melebihi batas waktu operasional yang telah ditentukan, yaitu pukul 04.00 sampai pukul 21.00 WIB.

Handi menambahkan, pengendara yang tidak membawa kartu identitas serta tidak menjalankan fungsi penggunaan kendaraan juga akan ditindak. “Tak bawa identitas diri dan juga memfungsikan angkutan tidak semestinya seperti kejadian tadi pagi, juga kami beri blanko teguran,” tandasnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemerintah Kota Malang Nur Widianto menjelaskan, pengendara mobil pikap yang diciduk di pos check point Balearjosari ingin masuk untuk mengunjungi saudaranya dalam rangka Hari Raya Idul Fitri.

BACA JUGA: Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Kebanyakan Dari Wilayah Timur

“Tampaknya mau berkunjung ke keluarga. Meskipun ingin berkunjung ke keluarga, harus disertai dengan surat keterangan dari RT/RW setempat,” ujarnya.

Setelah diperiksa, enam orang yang terdapat di mobil pikap diarahkan untuk putar balik ke daerah asalnya. “Kami minta putar balik setelah kami periksa dengan protokol kesehatan covid-19,”ucapnya.

Untuk diketahui, pemberlakuan PSBB Malang Raya sendiri berlangsung selama 14 hari. PSBB itu  mulai diberlakukan Minggu 17 Mei 2020 lalu.

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here