Ricuh Mobil PCR di Surabaya, Kiyai Miliarder Ini Tawari Urunan Beli Mobil PCR

4329
Ricuh Mobil PCR di Surabaya, Kiyai Asep Tawari Urunan Beli Mobil PCR
Pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag

Surabaya – Polemik antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengenai mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR), belum juga berakhir.

Pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag mengaku ikut malu karena terjadi kericuhan akibat mobil mesin laboratorium khusus polymerase chain reaction (PCR) bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kiyai Asep menyatakan siap membantu dan urunan membeli mobil serta berikut peralatan medisnya, yang penting, jangan sampai ada kericuhan, pertengkaran. Harus saling sabar dan menahan diri.

“Saya siap membantu (nyumbang). Mobilnya kan HIACE. Harga mobilnya paling setengah miliar. Lalu alat-alatnya berapa. Paling Rp 1 miliar. Saya nyumbang berapanya. Saya kira uang segitu gak usah dipermasalahkan. Gak usah ribut-ribut. Malu. Kepala dinas sosialnya aja suruh ke sini. Yang penting, jangan sampai ada kericuhan, pertengkaran. Harus saling sabar. Menahan diri. Masyarakat juga yang sabar. Nggak boleh mengolok-olok wali kota. Gak boleh mengolok-olok gubernur. Malu!,” kata Kiai Asep usai menggelar salat malam dan istighatsah untuk menghilangkan Covid-19 di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, seperti dilensir Bangsaonline, Sabtu (30/5/2020) malam.

Kiai Asep ingin Jawa Timur segera memasuki new normal. Nah, kuncinya, bagaimana penyebaran covid-19 di Surabaya dan Sidoarjo ini bisa ditekan. Sebab, penyebaran terbesar Covid-19 di Jawa Timur adalah Surabaya dan Sidoarjo. “Kan 70 persen terbanyak Surabaya dan Sidoarjo,” katanya.

BACA JUGA: Kota Malang Masuki Masa Transisi Menuju New Normal

HALAMAN >>>>>>>>

loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here