10 Pendekar PSHT Situbondo Berpotensi Tersangka Dalam Kasus Pengeroyokan Dan Perusakan Rumah Warga

423
10 Pendekar PSHT Situbondo Berpotensi Tersangka Dalam Kasus Pengeroyokan Dan Perusakan Rumah Warga
Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi

Situbondo – Satreskrim Polres Situbondo menetapkan 10 orang pendekar silat PSHT sebagai tersangkan dalam kasus pengrusakan puluhan rumah, 4 mobil, dan sejumlah tempat usaha di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur .

Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi menjelaskan, jumlah tersangka akan terus bertambah. Sebab, polisi akan kembali mengejar orang-orang yang dicurigai terlibat dalam aksi brutal pada Senin (10/8/2020) dini hari

Hingga kini, polisi masih terus mendalami penyelidikan atas ulah oknum anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo. Sampai Selasa sore, polisi telah mengamankan 38 orang oknum anggota PSHT Situbondo untuk dimintai keterangan.

“Perlu kami sampaikan, sampai saat ini sudah ada 38 saksi yang kami mintai keterangan. Kami juga pastikan ada 10 orang yang kita jadikan tersangka. Mereka oknum anggota PSHT semua,” kata AKBP Sugandi saat dihubungi wartawan.

BACA JUGA: Pariwisata Bali Sempat Alami Penurunan 95-99 persen, Kini Dibuka Kembali

Keberhasilan itu mendapat dukungan dari dua badan otonom (banom) NU Situbondo, yakni Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Situbondo. Selain itu, dukungan juga datang dari LPBH NU Situbondo.

Sebagai bentuk dukungan kepada Polres Situbondo, ketua GP Ansor Situbondo Yogie Kripsian Sah, ketua ISNU Fathul Bari dan Ketua LPBH NU Situbondo Danial Maulana, langsung melakukan audiensi dengan Kapolres AKBP Sugandi di Mapolres Situbondo.

Danial Maulana mengatakan, LPBH NU Situbondo, GP Ansor Situbondo dan ISNU Situbondo, mendukung penegakan hukum yang dilakukan Polres Situbondo.

“Mengingat perusakan yang dilakukan oknum anggota PSHT Situbondo, mengakibatkan korban mengaku trauma, dan banyak rumah dan kios yang rusak. Perusakan dan pengeroyokan juga mengakibatkan warga luka-luka,” kata Danial Maulana, Selasa (11/8/2020).

Insiden bentrokan itu bermula saat puluhan orang kelompok perguruan pencak silat tersebut melakukan aksi konvoi, dan saat sampai di lokasi perbatasan Desa Trebungan dan Desa Kayuputih, berusaha mengambil bendera milik warga.

Kemudian warga pemilik bendera berusaha menegur dan tiba-tiba kelompok perguruan silat langsung mengeroyok pemilik bendera tersebut. Bahkan, empat orang warga lainnya yang melerai juga menjadi sasaran kelompok perguruan pencak silat itu.

SELANJUTNYA: PT Enero Mojokerto Masih Selidiki Penyebab Ledakan Yang Terjadi di Pabrik Bioetanol

TONTON JUGA:

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here