Diduga Pencurian Kain Kafan Jenazah Ibu Baru Melahirkan di Jombang Untuk Pesugihan

140
Diduga Pencurian Kain Kafan Jenazah Ibu Baru Melahirkan di Jombang Untuk Pesugihan
Jombang – Pencurian kain kafan pembungkus jenazah seorang ibu muda membuat geger warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (20/9/2020).

Kain kafan itu merupakan milik jenazah Anis Purwaningsih (30 tahun) warga setempat yang meninggal usai melahirkan, dan bayi yang dia lahirkan juga meninggal dunia satu hari sebelumnya.

Aksi pencurian yang menggegerkan ini terungkap saat salah satu warga datang berziarah di makam dusun setempat. Warga tersebut melihat adanya makam yang berserakan. Saat didekati ternyata makam yang tergali.

Namun penggalian makam yang dilakukan pelaku berbeda dengan cara yang biasa dipakai pencuri kafan. Yakni pelaku diduga menggali makam Anis menggunakan sebuah piring seng.

Praktisi spiritual, Ki Gondho Sukmo menyebutkan pencurian kafan ini terkait ritual untuk mencari pesugihan atau pelaris.

“Larinya ke spiritual hitam, salah satunya untuk pesugihan atau pelaris toko, dagang dan lain-lain,” kata Ki Gondho saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/9/2020).

Ki Gondho melanjutkan biasanya hal tersebut merupakan perjanjian dengan paranormal dan jin. Pelaku diminta melengkapi syarat untuk ritual berupa kafan ibu yang meninggal karena melahirkan.

Praktisi spiritual Endrik Nurkholis paranormal asal Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang  juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, kain kafan dari ibu yang mati saat melahirkan biasa dipakai untuk ilmu hitam. Mulai dari mencari pesugihan, hingga ilmu kebal atau bisa menghilang

Hanya saja waktu yang dipakai pelaku mencuri kafan tersebut dia nilai tidak tepat. Yakni antara pada Sabtu malam sampai Minggu dini hari.

“Menggalinya harus pakai tangan. Momen yang pas ambilnya malam Jumat Legi. Kalau melepas tali kafan harus digigit. Itu sudah salah kaprah, gagal total,” ungkapnya.

Endrik memperkirakan, pelaku tergolong pencuri kafan yang masih amatir. Terlebih lagi, pelaku mengembalikan kafan yang dicuri dari makam Anis.

“Biasanya dihantui terus siang malam. Kalau mentalnya tidak kuat biasanya dikembalikan. Itu mungkin masih belajaran atau amatir,” tandasnya.

Kepala Desa Kesamben, Wandoko Sungkowo Yudha mengatakan menerima laporan dari warga adanya makam yang dibongkar dan kain kafannya dicuri. “Kejadian ini kami laporkan ke pihak kepolisian dan sudah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian,” jelas Wandoko.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, jika ada 3 potong kain kafan yang hilang. Petugas juga menemukan sebuah piring di lokasi makam. Dugaan sementara, piring tersebut digunakan pelaku untuk menggali makam.

Diketahui, Anis Purwaningsih meinggal pada Sabtu (19/9/2020) siang. Kemudian dimakamkan pada Sabtu sore sikitar pukul 16.00 wib.

Pada Minggu (20/9/2020) makam Anis diketahui seperti terbongkar. Saat diperiksa ternyata kain kafan jenazah telah raib.

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here